Lihat juga
Hari ini, hanya euro yang diperdagangkan menggunakan strategi Mean Reversion, tetapi tidak terjadi pembalikan kuat. Dengan menggunakan strategi Momentum, saya memperdagangkan pound dan dolar Australia.
Meski Indeks Harga Konsumen Zona Euro naik menjadi 2,6% secara tahunan pada bulan Maret, euro justru melemah terhadap dolar AS di tengah ketiadaan berita positif dari Timur Tengah. Hal ini cukup mengejutkan banyak pelaku pasar, yang sebelumnya memperkirakan kinerja yang lebih meyakinkan dari mata uang Eropa tersebut seiring rilis data inflasi.
Pound Inggris secara mengejutkan mengabaikan data PDB yang kuat dari Inggris, yang menunjukkan bahwa pembeli aset berisiko sama sekali tidak menunjukkan minat, dan sepertinya berharap akan ada perkembangan yang lebih baik dalam penyelesaian konflik antara AS dan Iran.
Ke depan, kita akan dihadapkan pada serangkaian data makroekonomi dari AS yang padat, yang akan memberikan pandangan jelas tentang keadaan ekonomi di Amerika. Rilis data akan dimulai dengan klaim pengangguran awal, yang merupakan indikator mingguan yang paling akurat untuk melihat kondisi pasar kerja. Penurunan dalam klaim biasanya menandakan penguatan pasar kerja dan penurunan tingkat pengangguran, sementara peningkatan dapat menunjukkan sebaliknya.
Selanjutnya, fokus akan berpindah ke Indeks Manufaktur Philadelphia Fed. Indeks ini menggambarkan aktivitas bisnis dalam sektor manufaktur di salah satu area industri terpenting di AS dan berfungsi sebagai barometer penting untuk kondisi manufaktur. Pada saat yang sama, data produksi industri AS juga akan diumumkan, yang memberikan wawasan tentang dinamika output di sektor manufaktur—salah satu indikator utama kesehatan ekonomi secara keseluruhan.
Selain data ini, acara penting lainnya adalah pidato anggota FOMC, John Williams. Mengingat perannya yang krusial dalam merumuskan kebijakan moneter Federal Reserve, komentarnya tentang situasi ekonomi saat ini, harapan inflasi, dan prospek suku bunga akan dianalisis dengan sangat hati-hati.
Jika data yang masuk menunjukkan hasil baik, saya akan menggunakan strategi Momentum. Namun, jika pasar tidak bereaksi terhadap data tersebut, saya akan tetap mengandalkan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk Paruh Kedua Hari
Untuk EUR/USD:
Untuk GBP/USD:
Untuk USD/JPY:
Strategi Mean Reversion (Pullback) untuk Paruh Kedua Hari
Untuk EUR/USD:
Untuk GBP/USD:
Untuk AUD/USD:
Untuk USD/CAD: