empty
 
 
26.02.2026 04:11 PM
JPY merindukan kesepahaman antara Bank of Japan dan kabinet menteri

Inflasi konsumen Jepang melambat pada bulan Januari dari 2,1% menjadi 1,6% year on year, level terlemah sejak Maret 2022. Indeks inti turun dari 2,4% menjadi 2,0%, sementara ukuran inflasi pilihan BoJ yang mengecualikan baik makanan maupun energi melambat dari 2,9% menjadi 2,6%. Inflasi tampaknya sedang berada pada tren menurun.

Pejabat Bank of Japan, Takata, memperkuat pandangan bullish terhadap yen dengan menyatakan bahwa target inflasi 2% sudah dekat dan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan secara bertahap tampak beralasan. Ini merupakan sinyal yang lebih jelas dibandingkan bahasa lebih samar yang sebelumnya digunakan oleh BoJ.

This image is no longer relevant

Takata juga cukup optimistis terhadap prospek ekonomi Jepang. Ia memperkirakan ekonomi global akan mencatat pertumbuhan yang lebih kuat, tidak melihat adanya risiko Jepang kembali jatuh ke dalam deflasi, dan menilai dampak negatif dari kenaikan tarif impor AS yang lebih tinggi akan terbatas.

Namun, laporan-laporan terbaru membuat gambaran tersebut menjadi kurang jelas. Mainichi melaporkan pada 24 Februari bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan kekhawatirannya mengenai kenaikan suku bunga BoJ lebih lanjut dalam sebuah pertemuan dengan Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada 16 Februari. BoJ tampaknya cenderung untuk melakukan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi, tetapi ingin melakukannya dengan berkoordinasi bersama kabinet — dan koordinasi tersebut tidaklah sederhana. Ini bukan kabar baik bagi yen, tetapi untuk saat ini tidak banyak yang berubah karena kenaikan suku bunga berikutnya diperkirakan terjadi pada Juni atau Juli, sehingga masih ada waktu untuk mencapai kesepakatan.

Satu paket data makro besar akan dirilis malam ini, termasuk indeks harga Tokyo serta data produksi industri dan penjualan ritel bulan Januari.

Terkait posisi pasar: posisi bersih long baru pada yen telah terbentuk, sebesar 1,1 miliar (kenaikan mingguan 2,6 miliar) — hasil terkuat di antara mata uang utama. Jalur harga tersirat saat ini bergerak lebih rendah.

This image is no longer relevant

Yen masih terlihat lemah bahkan terhadap dolar yang juga sedang melemah. Namun, USD/JPY tetap mampu bertahan di bawah level resistance 157,66; dorongan bullish tertahan oleh kekhawatiran terhadap kemungkinan intervensi valuta asing. Kami memperkirakan permintaan terhadap aset safe-haven akan meningkat dan kekhawatiran terkait sikap Takaichi terhadap nilai tukar akan mereda, yang semestinya memungkinkan yen mulai menguat, meski tidak secara signifikan. Target terdekat adalah kembali ke zona support 152,00–152,30; penurunan lebih lanjut akan memerlukan sinyal jelas dari kabinet serta ekspektasi yang lebih kuat bahwa BoJ siap untuk memperketat kebijakan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.